Terusut! Anies Ketahuan Bohong Soal Ratna? Polisi Siap Jebloskan Anies ke Penjara?

Hari kian hari per politikan di indonesia ini semakin panas saja, tentang pilpres 2019, banyak yang ramai-ramai untuk dukung masing-masing pasangan capres-cawapres di pilpres yang akan dilaksanakan 17 april 2019 mendatang.


Kemarin-kemarin publik sempat digegerkan dengan perlakuan Ratna Sarumpaet yang telah berbohong yang menyebutkan dirinya dianiaya tapi ternyata melakukan oprasi lemak, bahkan banyak orang yang terlibat akan kasusnya. Namun saat ini Ratna Sarumpaet sudah dijadikan tersangka dan di tahan oleh polisi. Namun sebelumnya Ratna di tangkap dan di tahan ada yang aneh dan sebuah kejanggalan, sebelum kasus nya selesai, tiba-tiba esoknya Ratna hendak akan langsung terbang ke Chile untuk menghadiri dalam sebuah acara The 11th Women Playwrights International Conference 2018 di Chile.



Untungnya, pihak kepolisian langsung menahannya agar tidak menghilangkan barang bukti. Ratna mengaku bahwa ia pergi ke chile dalam rangka sebuah acara Internasional dan dibiayai oleh pemprov DKI Jakarta. Ternyata benar Anies Baswedan sebagai orang nomor satu di Jakarta juga membenarkan hal itu, dan kata anies acara ini sudah dirancang jauh-jauh hari.

Namun fakta mengejutkan kembali terjadi, ternyata nama Ratna Sarumpaet tidak ada di acara itu. Hal ini disampaikan oleh pihak DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD Muhammad Guntur menyatakan bahwa nama Ratna tidak ada diacara tersebut.

Seperti yang dirangkum dari Suara.com-Dalam newsletter WPIC 2018 yang diterbitkan panitia acara bulan Oktober 2018, tak ada nama Ratna Sarumpaet dalam deretan Senior Advisor WPIC 2018 Santiago de Chile.



Dalam barisan Seniors Advisors WPIC 2018, hanya satu nama dari wilayah Asia, persisnya India, yakni Jyoti Mhapsekar.

Selain Jyoti, nama-nama yang termasuk Seniors Advisors acara itu ialah Anna kay France (USA), Kynn Hayes (USA), Linda Parris Bailey (USA), Julie Holledge (UJ/Australia), Sandra Shotlander (Australia), Lene Therese Teigen (Norway), dan Chaterine Fitzgerald (Australia).

Terus bagaimana dong menaggapi berita hal itu ?



Dikutip dari JPNN.com, Anggota DPRD DKI dari Fraksi Hanura Muhammad Guntur mengungkapkan, nama Ratna Sarumpaet tidak ada dalam daftar undangan The 11th Women Playwrights International Conference 2018 di Chile.

Guntur menilai, ada kelalaian dari Pemprov DKI khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam mengawasi hal itu.

"Satu-satunya wakil Asia di ajang tersebut dari India. Disparbud jujurlah, jangan ikut berbohong karena ingin membantu pembohong,” kata Guntur.

Menurut Guntur, seharusnya Pemprov DKI memperhatikan dan mengawasi setiap bantuan yang diberikan kepada warga. Oleh karena itu, dia mencurigai langkah Anies Baswedan selaku pemberi disposisi itu ke Disparbud DKI.

“Dilihat dari disposisi itu, atas nama pribadi. Mengatasnamakan dia diundang ke Chile. Ternyata di Chile pun tidak ada nama dia," ujarnya.

Bukankah tindakan Anies Baswedan ini seakan melanggar hukum, karena telah membantu Ratna Sarumpaet menyebarkan berita hoaks lagi? dan terbongkar Anies pun bohong soal acara yang akan dikunjung Ratna sarumpaet tersebut? Akankah pihak kepolisian akan langsung ambil tindakan, dan mengambil langkah hukum yang lebih dalam dan polisi akan penjarakan Anies karena terilibat dalam kasus ini, karena telah membuat berita bohong yang nyatanya tidak ada nama Ratna Sarumpaet di daftar tersebut?

Bagaimana menurut ucers, ternyata Nama Ratna Sarumpaet tidak ada didalam acara Internasional yang ada Chile seperti yang telah diterbitkan pleh newsletter WPIC 2018 , dimana sebelumnya Anies Baswedan menyatakan bahwa Ratna pergi ke Chile ingin menghadiri sebuah acara The 11th Women Playwrights International Conference 2018 ?

Baca Sumber
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==