Cerita bohong ala Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan yang menimpanya mengisahkan luka mendalam bagi pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Citra baik yang selama ini dibangun sejak lama jatuh dalam satu hari akibat seorang Ratna yang mengarang cerita bohong penganiayaan dirinya yang ternyata efek dari operasi sedot lemak.
Beberapa elit di kubu Prabowo-Sandi yang percaya akan cerita dari Ratna Sarumpaet usai mendengarnya secara langsung seakan-akan naik pitam dan berusaha mengutuk perbuatan aniaya tersebut. Sayangnya Polri seakan jadi pahlwan dini hari dalam kisah ini, meski belum ada laporan dan surat tugas, Polri telah mulai mengepakan sayapnya untuk menyelidiki kasus ini yang berujung dengan terkuaknya cerita bohong ala Ratna.
Tentu hal ini merugikan pihak kubu Prabowo-Sandi di mana sebelumnya masyarakat percaya bahwa sarang hoaks berada di tangan penguasa sebagaimana yang diungkapkan Rocky Gerung di ILC beberapa bulan lalu. Akibat ulah Ratna ini seakan-akan image pusat hoaks berpindah ke pundak kubu Prabowo-Sandi.
Tak tanggung-tanggung, posisi pencapresan Prabowo bahkan terancam dicopot KPU atas tingkah laku Ratna yang merugikan kubu Prabowo-Sandi ini. Pasalnya Kubu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin melalui salah satu Jurkamnasnya dibantu komunitas lain telah melaporkan Prabowo cs ke Mapolda Metro Jaya untuk segera ditindak atas keikutsertaan menyebarkan berita hoaks.
Tidak hanya itu ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir bahkan menantang karakter heroik yang dimiliki Prabowo selama menjadi prajurit untuk bertanggung jawab atas prilaku timsesnya tersebut. Sebagaimana dikutip dari news.detik.com (05/10/18), Inas meminta Prabowo mengundurkan diri dari pencapresan.
"Kalau Prabowo jantan, karena sudah melakukan tuduhan keji, maka seyogyanya mundur dari pencapresan dan rakyat Indonesia akan mengenang Prabowo sebagai Super Negarawan. Keren kan? Ha-ha-ha...," tutur Ketua Inas Nasrullah Zubir.
Wakil Ketua Umum Gerindara, Fadli Zon ikut angkat bicara atas permintaan ketua umum DPP Partai Hanura yang tak masuk akal tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak akan pernah dilakukan oleh kubunya.
"Enak saja, memangnya apa?" tanggap Fadli menyikapi permintaan Inas Nasrullah Zubir di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
Bahkan Fadli Zon, tak sepatah katapun menjelekkan Ratna atas kisah yang ikut menyeret namanya dan Prabowo tersebut. Alih-alih hendak mencibir prilaku Ratna, ia malah memuji sikap Ratna yang selama ini ia pahami. Menurutnya kisah hoaks yang dibuat Ratna bukan dengan kesengajaan, hal soal lidah yang terpleset.
"Selama yang saya kenal beliau dari puluhan tahun, seorang yang punya integritas. Ya, kepeleset seorang manusia tidak ada yang sempurna. Kita tidak ada yang sempurna. Saya kira ada batas-batas di mana seseorang mempunyai kesengajaan, keuntungan pribadi atau apa. Tapi saya kira dalam hal ini beliau kepeleset seperti diakuinya sendiri," tukas Fadli.
Baca Sumber



