Akhirnya Janji Anies DP 0 Rupiah Terlaksana,Tapi Bohongnya Jadi Ketahuan Tentang Ini

Masalah janji kampanye Anies mengenai rumah DP 0 rupiah ini sudah pasti warga Jakarta dan juga netizen mengetahuinya, apalagi program ini termasuk program unggulan Anies- Sandi pada waktu menjadi cagub dan cawagub dan saat ini Program tersebut bisa terlaksana.



Jika dicermati dari perjalanan Program Anies ini pasti kalian akan menemui kejanggalan dimana ucapannya berubah - ubah seperti tidak konsisten dengan program ini dimulai dari janji Anies akan menawarkan Rumah Tapak namun kemudian berganti menjadi Rumah Lapis dan akhirnya terbukti bahwa DP 0 rupiah adalah Rusunami.

Karena sudah terlaksana maka jadi semakin terbukti bahwa Program tersebut hanyalah Rusunami atau Rumah Susun Milik Sendiri bukan Rumah Lapis ataupun Rumah Tapak.

Program rumah DP 0 Rupiah Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, akan diluncur pada jumat ini (12/10/2018), tepat pukul 14.00

"Jadi [diluncurkan], besok jam 14.00an," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti, saat dikonfirmasi, Kamis (11/10).
Peluncuran ini rencananya akan dilakukan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengungkapkan bahwa DP 0 Rupiah ini masih tahap belum 100 % jadi melainkan masih 4 lantai dari yang seharusnya mencapai 21 Lantai.

"780 unit lagi dibangun, kan sudah lantai 4 sekarang," ucap Yoory di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/10).


Tapi sebelumnya Azas Tigor Nainggolan Ketua Forum Warga Kota Jakarta pernah mengritisi mengenai Program DP 0 Rupiah milik Anies ini, dilansir dari laman netralnews.com (22/01/2018) ternyata yang digagas oleh Anies hanyalah sama dengan pemerintah sebelumnya yaitu Rusun bukan Rumah tapak maupun rumah lapis.

"Lho makanya, dulunya janji dulu rumah tapak, tapi sekarang jadi rusun, memangnya masyarakat mau gitu dibohongin? Kita harus kritisi ini janjinya sudah nggak benar. Ini kan cuma tipu-tipuan saja. Bukan sesuatu yang baru, nggak ada yang baru dalam ground breaking kemarin, cuma di otak-atik saja namanya rumah DP Rp0," kata Tigor kepada NNC, belum lama ini.
Jadi kebohongan Anies terungkap karena awalnya menjanjikan Program ini untuk rumah tapak kemudian direvisi menjadi rumah lapis, namun akhirnya malah seperti rumah susun.

Menurut Sandiaga perbedaan rumah susun dan rumah lapis adalah Rusun bisa lebih dari 16 lantai tapi rumah lapis kurang dari itu dan tidak menjulang tinggi.

"(Rumah lapis) intensitasnya rendah. Kalau rumah susun bisa sampai lantai 16," ujar Sandi. Rumah lapis ini pun disebut Sandi mengedepankan prinsip konsolidasi tanah atau land consolidation.
Jadi intinya, saat ini Program Dp 0 Rupiah ini adalah Rusunami bukan (rusunawa) atau rumah susun sewa, dan hanya mengubah skema pembiayaan dari yang seharusnya menggunakan DP diubah menjadi tanpa DP, namun harus memenuhi syarat yang diminta pemerintah DKI untuk dapat mengikuti program ini.

Baca Sumber
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==