Terungkap! Para Ulama dan Umat Islam Sepakat Tak Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Kita ketahui bersama, tahun 2019 akan menjadi tahun politik yang sangat panas bagi Indonesia. Bagaimana tidak, saat ini pun masyarakat sudah terbagi menjadi dua kubu antara Jokowi dan Prabowo.


Referensi pihak ketiga
Hingga kini, kedua nama tersebut digadang-gadang sebagai calon presiden yang paling kuat. Meski demikian, ternyata umat islam dan para ulama tanah air punya pilihan capres sendiri. Hal ini diketahui setelah pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama di Menara Penisula, Slipi, Jakarta Barat.
Beberapa tokoh terlihat hadir dalam acara hari ini, di antaranya Ketua Umum GNPF Yusuf Muhammad Martak, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, tokoh sekaligus ulama Betawi Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, serta ratusan umat Islam.


Referensi pihak ketiga
Berdasarkan pertemuan tersebut, muncullah nama calon presiden dan calon wakil presiden yang kemudian diserahkan ke lima partai politik yang tergabung dalam koalisi keummatan untuk Pilpres 2019 mendatang. Kelima partai dimaksud diantaranya Partai Gerindra, PAN, PBB, PKS, dan Berkarya yang telah berkomitmen akan membentuk koalisi di Pilpres 2019.
"Jadi kesepakatan dari Ijtima Ulama ini akan mengerucutkan nama capres-cawapres, lantas nama-nama itu akan kita serahkan ke Parpol yang tergabung dalam koalisi keumatan untuk Pilpres 2019," kata Ketua Umum GNPF Yusuf Muhammad Martak.
Menurut para ulama GNPF dan umat Islam yang hadir, terdapat lima kriteria umum capres-cawapres yang disepakati.


Referensi pihak ketiga
Harus memiliki iman dan takwa, memiliki ilmu dan kompetensi, sehat jasmani dan rohani, memiliki keberpihakan kepada pribumi dan umat Islam, serta bebas dari "paham liberalisme, komunisme, kapitalisme dan sekularisme.
Selain kriteria umum yang disebut, terdapat pula kriteria khusus yang harus dipenuhi.
Harus Muslim yang taat beribadah, memiliki karakter yang jujur dan terpercaya, cerdas dan tabligh, harus memahami subtansi UUD 1945, memiliki kemampuan manajerial kepemimpinan dan membela umat Islam.


Referensi pihak ketiga
Nantinya, koalisi keumatan ini akan menjadi pihak oposisi penantang kubu koalisi partai pendukung Jokowi. Artinya, para ulama GNPF dan umat Islam yang hadir dalam acara ini setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden. Meski demikian, para ulama dan umat Islam yang hadir dalam acara ini tidak sepenuhnya mewakili ulama-ulama dan umat Islam yang ada di seluruh Indonesia.
Demi menyukseskan langkahnya, Ijtima ulama juga akan melahirkan Forum Ulama 212 yang akan diisi oleh 212 ulama yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Forum ini nantinya akan menjadi tempat para ulama untuk memutuskan dan memberikan rekomendasi bagi umat Islam di tiap-tiap daerah agar tak salah langkah dalam memilih kandidat dalam pilkada selanjutnya.
Gimana menurut sobat UC?
Sumber : cnnindonesia.com
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==