Tak Etis Tantang Kiai Ma'ruf Lomba Renang, Sandi Ditantang Balik Lakukan Hal Ini! Berani?



Karena faktor usia, Sandiaga dianggap kubu Koalisi Jokowi tidak etis ketika menantang Kiai Ma’ruf Amin yang telah digandeng sebagai cawapres Jokowi untuk lomba renang. Tantangan itu disampaikan mantan Wagub SKI itu ketika menyaksikan Asian Games 2018 bersama Presiden Jokowi pada Senin (20/8/2018).


Jubir tim sukses Jokowi-Ma'ruf Irma Suryani Chaniago, seperti dikutip news.detik.com (23 Agustus 2018), pun menantang balik Sandiaga Uno untuk lomba membaca Alquran. Menurutnya, lomba baca Al Quran, jauh lebih adil ketimbang lomba renang. Alasannya, kalau renang harus apple to apple dengan usia, tapi kalau baca Alquran bisa dilakukan untuk semua usia sehingga lebih fair.
Waduh, kampanye dan debat capres-cawapres belum dimulai, eh, kedua kubu sudah saling lempar umpan!
Kalau dipikir, ide Sandi soal lomba renang memang bisa dibilang tidak etis, bahkan tidak sopan. Bukan semata-mata soal mampu atau tidak mampu, menantang rival politik yang usianya sudah tidak muda lagi untuk beradu kekuatan fisik merupakan bentuk bully-an dan perundungan.


Sandi seharusnya belajar etika sosial dan kultur ke-NU-an. Katanya mengaku santri, bahkan secara blak-blakan sangat menghormati Kiai Ma'ruf sebagai seorang ulama. Hem, seorang santri tidak mungkin akan melontarkan tantangan semacam itu kepada seorang kiai.
Nah, kalau lomba baca Alquran baru cocok! Memang Sandi berani? Tantangan balik yang dilontarkan Jubir tim sukses Jokowi-Ma'ruf sebenarnya bukan sesuatu yang serius. Soal ngaji dan baca Alquran, tentu seperti langit dan bumi perbedaannya, apalagi Sandi, menurut Presiden PKS Sohibul Iman, seorang santri post-Islamisme.
Tantangan balik itu hanya sebagai bentuk sindiran agar Sandi lebih berhati-hati dalan melontarkan wacana dan gagasan. Kini, ia bukan lagi sebagai Wagub DKI yang dinilai gampang ngeles dan suka cari-cari alasan, melainkan seorang cawapres yang akan selalu menjadi perhatian publik. ***

close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==