Isu terkait dengan penculikan dan pelanggaran HAM sering dituduhkan ke Prabowo Subianto, mantan Denjen Kopassus yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Gerindra.
Di antara tudingan tersebut melayang dari pemilik akun Twitter bernama @djun_bang. Dalam cuitannya akun tersebut mengatakan: "ini korban penculikan Sang Bowo".
Menanggapi hal itu Partai Gerindra di akun resminya @gerindra membantah dan mengatakan:
Tidak menculik tetapi mengamankan, dan yang mengamankan adalah Tim Mawar.
Yang diamankan sebanyak 9 orang, sudah bebas semua dalam keadaan hidup dan sebagian jadi kader Gerindra.
Dengan demikian, berararti korban yang diculik Tim Mawar saat ini menjadi Kader Partai Gerindra. Soal kebenaran akan hal itu, tidak dapat dipastikan. Sebab, belum ada klarifikasi apakah orang tersebut memang aktivis 1998 atau tidak.
Sebagaimana dilansir dari www.tribunnews.com (24/08/2018) bahwa tuduhan tersebut dibantah oleh Kivlan Zen pada 2014 lalu. Ia menceritakan ulang peristiwa penculikan 13 aktivis yang hingga saat ini dinyatakan hilang. Kivlan sendiri mengakui bahwa tak ada perintah penculikan dari atasannya.
Ia menuturkan
Jadi ada rencana operasi, penopskam, yang ditandatangani Panglima ABRI Feisal Tanjung. Saat itu, istilahnya bukan penculikan, makanya Kodam, Kostrad, dan lain-lain bergerak karena untuk mengamankan pergerakan kelompok-kelompok.
Dalam catatan Kontras, yang hilang pada peristiwa tersebut berjumlah 23 orang aktivis. Satu orang ditemukan meninggal, 9 orang dilepaskan dan 15 orang hilang. Dua dari 9 orang yang dilepaskan itu kini bergabung dengan Partai Gerindra, yakni Desmon Junaidi Mahesa dan Pius Lustrilanang.
Dalam penuturan Kivlan, Prabowo sudah melepaskan seluruh aktivis. Hanya saja ada kelompok kontra intelejen yang menculik kembali aktivis tersebut. Sedangkan, Prabowo sendiri kemudian dijadikan kambing hitam atas peristiwa itu.
Bagaimana komentarnya sobat
sumber referensi:
www.tribunnews.com
Pendapat Pribadi


