6 Fakta Remaja yang Bikin Video Viral Ancam Tembak Jokowi, Usia di bawah Umur, Ingin Tes Polisi






Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang remaja menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/5/2018).
Dalam video itu, terlihat remaja laki-laki bertelanjang dada berteriak-teriak sambil memegang foto Presiden Jokowi.
Remaja berkaca mata tersebut mengancam untuk menembak juga membakar rumah Jokowi.
Video tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat berbegai reson netizen.
Dalam video tersebut pemuda berinisial S ini juga menantang agar presiden menangkapnya dalam 24 jam.
"Gue tembak loe ye. Jokowi g*l*, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang cari gua 24 jam, kalau nggak loe temuin gua, gua yang menang," kata S dalam video tersebut.
Berikut 6 fakta yang dikumpulkan TribunStyle.com mengenai fakta dibalik video tersebut.
1. Ditangkap di kediamannya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan remaja yang menghina Presiden Jokowi tersebut.
"Tadi anggota sudah di depan rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat. Kami bawa tapi beda kendaran, datang ke sini (Polda Metro Jaya)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018), melansir Kompas.com.
Remaja tersebut tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 17:00 WIB.
2. Sempat berniat menyerahkan diri
Melansir dari Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Kombes Adi Deriyan menjelaskan bahwa saat itu penyidik dari Polda Metro Jaya langsung menelusuri remaja itu.
Namun, ia juga sempat mendapat informasi bahwa pelaku berjanji akan menyerahkan dirinya sendiri.
"Katanya (pelaku) akan menyerahkan diri. Tapi tidak tahu kapan, tanyakan saja ke Pak Kabid (Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono)," kata dia.


3. Masih dibawah umur
Argo juga menegaskan S didampingi orang tuanya ketika dibawa ke Polda Metro Jaya, lantaran masih dibawah umur. "Iya, kan dibawah umur," ungkap Argo.
Lantaran hal ini, ia didamping keluarga saat diperiksa di Polda Metro Jaya.
4. Hanya bercanda bersama teman
Argo kembali menjelaskan, saat remaja ini dimintai keterangan, ia mengaku tidak benar-benar berniat menghina Presiden.
"Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018).
Menurut Argo, S mengaku sedang melakukan taruhan dengan teman-temannya.
5. Mengetes polisi
Saat S berkumpul dengan teman-temannya, S ditantang untuk menghina Presiden Jokowi, dan jika berani apakah nantinya akan ditangkap polisi.
Dikatakan taruhan tersebut dilakukan untuk mengetes polisi, sekiranya mampu atau tidak menangkap pelaku.
6. Dibuat sejak tiga bulan lalu
S juga mengaku kepada polisi bahwa video yang viral di media sosial tersebut sudah dibuat tiga bulan yang lalu.
"Pengakuannya video itu dibuat sekitar tiga bulan yang lalu bersama teman-temannya," jelas Argo, Kamis (24/5/2018). (TribunStyle.com / Triroesssita Intan)
Artikel Asli
close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==