Jadi Ulama Penuh Kontroversi, Ternyata ini Identitas Asli Habib Bahar

AES Showbiz - Habib Bahar bin Smith ditahan Polda Jabar terkait dugaan penganiayaan terhadap dua remaja.
Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan usia diperiksa di Polda Jabar, Selasa (18/12) lalu.



Dikutip dari Tribunnews.com (22/12/2018), Habib Bahar bin Smith ditahan atas kasus dugaan tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak.
Dari kasus tersebut, polisi telah menetapkan enam orang tersangka serta tiga orang menjadi korban sekaligus pelapor. Tersangka ada yang ditahan di Polres Bogor dan di Mapolda Jabar.

Tribunnews.com
"Sudah resmi ditahan, tidak ada lagi kuasa hukum yang mendampingi malam ini," kata Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Iksantyo Bagus.
Dugaan penganiayaan tersebut terjadi di Pesantren Tajul Alawiyin, Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (01/12/2018).

Tribunnews.com
Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP dan atau pasal 333 KUHP dan atau pasal 80 UU tahun 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Saat hebih kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith, salah satu musisi tanah air yakni Jerinx SID sempat langsung dengan terbuka menantang duel Habib Bahar.

Tribunnews.com
Bahkan tidak main-main, Jerinx SID menawarkan taruhan siapa yang kalah harus pergi dari Indonesia.
"Saya paling suka diadu sama bully macam Bahar ini. Silakan atur. Jawa Bali Sumatra di mana saja saya siap. Yang kalah minggat dari Indonesia," tulis Jerinx di akun Twitter miliknya, @JRX_SID.

Tribunnews.com
Sementara itu pihak Habib Bahar sendiri tidak menanggapi serius tantangan dari Jerinx SID dengan mengabaikan tantangan personel Superman Is Dead tersebut.
Habib Bahar lebih memilih untuk memberikan perintah kepada seluruh muridnya melalui sebuah surat yang dia tulis dibalik jeruji penjara.

Tribunnews.com
Surat tersebut ditujukan kepada orang yang ditinggalkan oleh Habib Bahar bin Smith, yakni murid-muridnya di Pondok Pesantren Taju Alawiyyin.
Sebagai pendiri Pondok Pesantren Taju Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith berpesan kepada muridnya agar terus semangat walaupun ia sudah dijebloskan ke penjara.

Tribunnews.com
"Assalammualaikum wrb
Kepada seluruh santri-santri Ponpes Taju Alawiyyin.
Hendaklah kalian selalu semangat dalam menuntut ilmu, jangan menyerah dan jangan putus asa walaupun dalam keadaan saya di pondok.

Tribunnews.com
Kalian adalah anak-anak saya semua, walaupun saya berada di balik jeruji besi, yaitu penjara.
Tapi mata hati saya selalu melihat kalian, saya mencintai kalian melebihi kecintaan saya kepada diri saya dan keluarga saya.
Pertahankan pondok pesantren, Pondok Pesantren Taju Alawiyyin harus tetap berdiri kokoh dengan atau tanpanya saya....!!!
sir wala taqif...
Wassalammualaikum wrb." tulis Habib Bahar pada suratnya.

Tribunnews.com
Banyak warganet yang masih penasaran apakah benar sosok Habib Bahar bin Smith yang terkenal karena ceramah kontroversialnya serta tingkah laku nyeleneh merupakan keturunan dari Rosulullah SAW.
Dalam sebuah penelusuran ternyata terungkap sebuah fakta dan bukti terkait nasab dari Habib Bahar bin Smith sosok pendiri Pondok Pesantren Taju Alawiyyin.

Tribunnews.com
Habib Bahar Bin Smith yang memiliki nama asli Sayyid Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Sumay lahir di Manado, 23 Juli 1985.
Ia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Sayyidh Ali bin Alwi bin Smith dan Isnawati Ali.

Tribunnews.com
Pria yang kerap disapa Habib Bule itu memiliki garis keturunan keluarga Hadhrami (darah Arab) yang berasal dari Hadhramaut, Yaman, atau golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith (orang yang memiliki keterkaitan darah dengan Nabi Muhammad).
Pengucapan atau penulisan marga ini bervariasi meskipun memiliki makna dan berakar sama, dari Sumaith, Sumayth, Sumayt, Sumait, Semaith, Semaid, Semit, hingga Smit

Tribunnews.com
Orang yang pertamakali menyandang marga Sumayt atau Smith adalah Muhammad bin Ali bin Abdurahman bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad bin Abdurahman bin Alwi Ammu al- Faqih.
Muhammad bin Ali dari nasab al-Faqih yang berakar dari Ahmad bin Isa al-Muhajir. Ahmad bin Isa al-Muhajir, meninggal dunia pada 924 Masehi, adalah keturunan Ali bin Abu Thalib dan Fatimah az-Zahra. Seperti diketahui, Fatimah merupakan putri Nabi Muhammad.

Tirto.id
Adapun sejarah penamaan marga Smith berawal dari kisah masa kecil Muhammad bin Ali yang lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman.
Salah satu versinya menyebutkan, ketika masih anak-anak, Muhammad oleh ibunya dipakaikan sebuah kalung dari benang yang dalam tradisi Arab disebut sumayt atau sumaith, yang artinya “kalung kecil”.

Tribunnews.com
Keturunan Muhammad bin Ali menyebar ke berbagai wilayah di kawasan Timur Tengah, Afrika, bahkan hingga ke Nusantara.
Orang-orang bermarga Smith banyak ditemui di beberapa daerah di Indonesia, dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, juga Sulawesi, termasuk Manado di Sulawesi Utara yang menjadi tempat lahir Bahar bin Smith.

close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==