Benarkan Pidato 'Negara Punah' Prabowo, Demokrat: Dungu Musnahkan Akal Sehat

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bicara soal negara punah jika dia dan Sandiaga Uno kalah dalam Pilpres 2019. Menurut Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, pernyataan Prabowo tersebut seharusnya dijadikan bahan debat ilmiah bukan malah dicibir.
"Teori kepunahan massal dan teori kepunahan negara itu sudah lama dikemukakan para ahli. Harusnya diseriuskan perdebatannya. Dijawab dengan ilmiah," kata Andi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (19/12).
Menurutnya, kepunahan terjadi akibat perang, penyakit, kelaparan, perubahan iklim, bencana, kecilnya tingkat kelahiran, dan juga lenyapnya spesies secara perlahan.
"Kepunahan yang alamiah atau kepunahan akibat salah urus manusia dan kekuasaan adalah dua hal yang sama misterinya jika tidak dipelajari gejalanya. Mungkin yang dimaksud Pak Prabowo adalah yang kedua," terangnya.
Andi menilai, Prabowo tidak memiliki niat buruk lewat pidatonya tersebut. Ia membantah jika Prabowo dinilai menakut-nakuti dengan pidatonya.
"Bagi yang tidak memahami punahnya peradaban pernah terjadi selama 5 kali sebelum adanya peradaban saat ini, maka pidato Pak Prabowo soal negara punah akan dimaknai menakut-nakuti. Penjajahan atau perang pasti berpotensi memusnahkan. Termasuk perang modern yang sedang terjadi sekarang. Punahnya ke-Indonesiaan kita bisa saja terjadi sebagaimana punahnya kenusantaraan kita akibat kolonialisme," jelasnya.
"Dungu bisa memusnahkan akal sehat kita," pungkasnya.

close
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==